Freelancer Per Proyek (Rp150.000 — Rp500.000 / Konten)
Freelancer menjual jasa secara satuan atau per paket kecil: satu video, satu desain carousel, atau satu naskah. Model ini fleksibel untuk kebutuhan sporadis saat ada peluncuran produk khusus.
Jika tokomu membutuhkan 30 video dalam sebulan, biaya total membengkak menjadi Rp4.500.000 hingga Rp15.000.000 tanpa adanya jaminan konsistensi nada pesan antar-konten karena tiap proyek dikerjakan dari nol.
Content Creator In-House (Rp3.500.000 — Rp8.000.000 / Bulan)
Gaji bulanan staf in-house umumnya berkisar antara Rp3,5 juta sampai Rp8 juta per bulan, belum termasuk biaya perekrutan, BPJS, tunjangan, dan laptop kerja.
Satu orang creator in-house sering kali mengalami burnout karena dituntut menjalankan seluruh rantai kerja sendirian: riset tren, menulis naskah, menjadi talent, merekam, mengedit, hingga menjadwalkan postingan setiap hari.
Agensi Konten Media Sosial (Rp5.000.000 — Rp20.000.000 / Bulan)
Agensi menyediakan tim lengkap: content strategist, copywriter, videografer, dan editor. Kualitas visualnya terjamin rapi, namun biaya bulanannya terlalu berat bagi margin laba UMKM tahap awal.
Mayoritas agensi mewajibkan kontrak pengikatan minimal 3 hingga 6 bulan dengan birokrasi meeting persetujuan naskah yang lambat (1-2 minggu per batch konten).
Sistem Konten Productized (Rp299.000 / Batch 30 Hari)
Ini model yang dirancang oleh Karsa Studio: kamu membeli sistem produksi, bukan menggaji orang. Satu batch berisi 30 naskah kata-per-kata, 30 caption AIDA, 4 artikel SEO, dan Notion OS. Tim internalmu tinggal merekam memakai HP dan menjadwalkan tayang.
Biaya flat Rp299.000 per batch, sekali bayar, tanpa langganan otomatis, dan seluruh aset selesai dikirim dalam kurun waktu 1x24 jam kerja.